Komponen-Komponen Pintu Geser dan Perangkatnya

Pintu geser merupakan salah satu jenis pintu yang kini banyak digunakan pada rumah-rumah yang berkonsep modern. Komponen pintu geser beserta perangkatnya sedikit berbeda dengan pintu biasa.

Pintu ini sangat cocok dipilih untuk ruangan yang sempit, sehingga ketika pintu dibuka tidak akan memakan ruangan. Seperti namanya, pintu ini bekerja dengan cara digeser untuk membuka ruangan.

Aneka Komponen Pintu Geser dan Perangkatnya

Sama seperti jenis pintu yang lainnya, pintu geser juga memiliki beberapa komponen serta perangkat yang menyusunnya.

Karena sistem bukaan pintu berbeda dengan pintu swing pada umumnya, pintu geser memiliki komponen dan perangkat yang berbeda.

Adanya perangkat tersebut memungkinkan pintu dapat digeser serta tidak keluar pada jalurnya. Tak hanya itu, perangkat dan komponen tersebut juga menjadi unsur estetika dari pintu geser.

Adapun beberapa komponen dan perangkat pintu geser adalah sebagai berikut:

1. Kusen

Kusen yang bisa digunakan untuk pintu geser sangat beragam, mulai dari kayu, metal, beton, maupun PVC.

Uniknya, kusen pada pintu geser hanya sebagai unsur keindahan saja, bukan sebagai struktur utama. Peran struktur utama telah digantikan oleh rel yang terletak di dinding sebagai pegangannya.

Karena hanya sebagai unsur estetika atau keindahan saja, kusen pintu geser tidak masalah jika dibuat sangat tipis maupun tidak menggunakan skoneng atau ceruk seperti pada pintu swing.

2. Daun Pintu

Agar mudah dibuka dan tidak membebani rel gantung, daun pintu geser sebaiknya dibuat dari bahan yang ringan namun tetap kuat.

Bahan daun pintu yang bisa dipakai di antaranya adalah aluminium, kayu jati, atau PVC. Namun, akhir-akhir ini banyak pintu geser yang juga menggunakan daun pintu dari bahan kaca.

Pemilihan bahan daun pintu yang pas dapat membuat ruangan menjadi lebih cantik dan natural. Misalnya, ruangan kamar lebih cocok menggunakan bahan daun pintu yang tidak tembus pandang.

Selain itu, untuk pintu geser bank atau tempat keluar masuk yang tidak terlalu menjaga privasi akan lebih cocok menggunakan bahan kaca atau bahan tembus pandang lainnya.

Bolongan kusen ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran daun pintu. Dengan begitu, pintu geser dapat memberikan overlap agar celah dapat tertutup dengan baik.

3. Sliding Rail

Yang disebut dengan sliding rail ialah rel pintu geser yang dibuat dari bahan baja maupun aluminium yang berfungsi sebagai tempat roda pintu berjalan, sehingga pintu geser dapat digeser dengan mudah.

Secara umum, sliding rail diletakkan di bagian atas pintu dengan cara dipaku atau dibaut di bagian atas lubang kusen pada tembok.
Pemasangan ini memungkinkan sliding rail tidak akan terlihat dari bagian luar pintu, sehingga tampilannya lebih rapi.

4. Door Roller

Setelah sliding roller, pintu geser tentu memiliki door roller atau roda pintu geser. Komponen pintu geser yang satu ini memungkinkan pintu bisa digeser tanpa menimbulkan suara yang berisik.

Selain itu, adanya roda ini juga membuat pintu jadi lebih ringan dan mudah ketika digeser, meski daun pintu cukup berat.

Karena satu kesatuan, sliding rail dan door roller biasanya menjadi satu komponen. Dalam satu daun pintu biasanya terdapat 2 roda geser yang menyesuaikan tinggi rel pintu gesernya.

Agar pergerakannya lebih halus, roda pintu ini biasanya dibuat dari baja dengan bagian bulatan roda dari bahan plastik.

5. Door Stopper

Pintu geser juga memerlukan komponen door stopper atau penghenti pintu geser agar pergeseran pintu tidak melampaui relnya.

Pintu geser tunggal memerlukan 2 buah stopper, yakni penghenti pada saat pintu dibuka dan penghenti pada saat pintu tertutup.

Sedangkan untuk pintu geser ganda memerlukan 4 buah stopper, yakni 2 stopper pintu kanan dan 2 stopper pintu kiri.

Keempat stopper tersebut diperlukan agar pintu kanan dan kiri tidak lewat satu sama lainnya.

Terdapat dua tipe penghenti roda, yakni penghenti yang dapat menghentikan pintu secara lembut dan penghenti yang menghentikan pintu secara tiba-tiba.

6. Bottom Rail

Selain sliding rail, pintu geser juga memiliki komponen bottom rail yang berfungsi sebagai pengarah posisi bawah pintu agar saat digeser tetap berada di tempatnya dan tidak menabrak kusen pintu.

Komponen ini umumnya dibuat dengan cara mencoak bagian bawah pintu agar guide bisa masuk. Agar dapat masuk coakan pintu, rel bawah dibuat dari aluminium atau baja dengan ukuran yang lebih kecil.

7. Bottom Guide

Bottom guide merupakan komponen dalam pintu geser yang memiliki fungsi sebagai pemandu jalannya pintu geser ketika digeser agar tetap dalam posisinya.

Komponen ini juga memungkinkan pintu tidak bisa didobrak, sehingga pintu dapat tertahan dengan baik.
Bottom guide ini biasanya dibuat dari bahan plastik dan akan dipasang pada bagian atas keramik.

8. Pegangan Pintu

Salah satu perbedaan pintu geser dan pintu swing adalah bagian pegangannya. Pegangan pintu swing biasanya menggunakan lever handle atau tuas tangan.

Adapun pegangan pada pintu geser biasanya menggunakan coakan atau semacam knob yang memiliki fungsi sebagai penggeser daun pintu.

Adanya pegangan dan tempat memasang kunci membuat pintu geser tidak bisa dibuka secara sempurna.

9. Lockset

Selain pada pegangan pintunya, bagian sistem penguncian atau lockset pada pintu swing dan pintu geser juga berbeda.

Pintu geser memiliki sistem penguncian berupa pengait pintu dengan kusen maupun pintu di sebelahnya.

Kaitan tersebut akan keluar ketika kunci diputar sehingga daun pintu dapat tertahan dan tidak bisa digeser.

Pengetahuan mengenai komponen pintu geser beserta perangkatnya akan sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari referensi mengenai pintu geser untuk rumah.

Leave a Comment