Sistem dan Komponen Pintu Lipat

Komponen pintu lipat yang didesain sedemikian rupa membuat ruangan jadi lebih mudah dibuka, sehingga lebih ringkas dan lebih praktis.

Sistem pintu lipat ini dibuat untuk menjaga pemandangan yang ada di dalam ruko maupun showroom, sehingga tidak semua barang pajangan memerlukan penataan ulang.

Komponen Pintu Lipat Berdasarkan Jenisnya

Dalam memasang pintu lipat, ada beberapa jenis yang bisa dipilih. Jenis-jenis tersebut dibedakan dari arah bukaan pintu, yakni bisa ke arah dalam, luar, pinggir, maupun tengah.

Selain arah bukaannya, sistem yang digunakan pada masing-masing jenis pintu lipat juga akan memengaruhi komponen-komponen yang digunakan di dalamnya.

Berikut beberapa jenis pintu lipat beserta komponennya:

1. Pintu Lipat Dalam

Salah satu jenis pintu lipat adalah pintu lipat dalam, yakni pintu lipat yang komponennya dirancang untuk bisa dibuka ke arah sisi dalam dari sebuah ruangan.

Biasanya pintu ini memiliki dua bagian daun pintu yang bisa dibuka secara terpisah. Misalnya pintu lipat dalam 4:3, pintu ini memiliki sistem bukaan 4 daun pintu ke arah kiri, dan 3 daun pintu ke arah kanan.

Pintu bisa dilipat ke sisi dalam karena adanya tiang stopper yang berada di dalam. Pembagian jumlah pintu lipat di kedua sisi sekaligus menentukan jumlah daun pintu hidup atau yang disebut pintu swing.

Komponen swing tidak terdapat pada pembagian jumlah pintu genap, namun sisi sebelah kanan yang berjumlah ganjil akan memiliki pintu swing, tepatnya di bagian tengah (pintu nomor 5 dari arah kiri).

2. Pintu Lipat Biasa

Komponen pintu lipat biasa banyak digunakan sebagai pintu garasi agar mudah dibuka. Pintu ini memiliki rel yang dipasang pada bagian balok atas (kongliong).

Pemasangan rel ini menyebabkan kekuatan pintu tertumpu pada bagian atas pintu, yakni pada bagian rel atau roda atas.
Roda Atas Pinggir (RAP) dan Roda Bawah Pinggir (RBP) hanya dipasang pasang pada daun pintu yang akan dilipat ke sisi kiri.

Sebaliknya, RAP dan RBP tidak akan dipasang pada daun pintu yang dilipat ke sisi kanan.

3. Sistem Lipat L

Sistem L pada pintu lipat memungkinkannya dapat masuk ke skoneng pada saat pintu dibuka. Pintu semacam ini lebih banyak digunakan sebagai pintu penyekat ruangan.

Pada pintu jenis ini terdapat roda L di bagian atas, sedangkan roda bagian bawahnya sama seperti roda bawah pintu lipat biasa.

Selain pemasangan roda bawahnya, komponen pintu lipat ini serta aksesorinya yang digunakan pada pintu lipat L ini juga sama dengan pintu lipat biasa.

4. Sistem Lipat Pinggir

Jenis pintu lipat selanjutnya adalah pintu lipat yang menggunakan sistem lipat ke bagian samping atau disebut juga dengan sistem lipat pinggir.

Rel pada pintu yang menggunakan sistem lipat pinggir dipasang di bawah kongliong, yakni menggunakan roda atas serta roda bawah lipat pinggir.

Pemasangan rel pintu dengan sistem ini menyebabkan penggunaan bracket samping akan digantikan dengan bracket gantung.

Bagian T pintu juga akan menjadi lebih rendah dengan sendirinya dari T bukaan ruangan. Sistem lipat pinggir ini bisa dibuat dengan bukaan ke luar maupun bukaan ke dalam.

Pintu dengan sistem lipat pinggir biasanya dipasang sebagai partisi ruangan yang tidak terlalu besar, seperti misalnya partisi antara ruang rapat maupun yang lainnya.

5. Sistem Lipat Tengah

Seperti namanya, pintu dengan sistem lipat tengah ini bisa dibuka ke arah tengah. Pintu lipat jenis ini sedikit mirip dengan pintu lipat pinggir, namun terdapat beberapa perbedaan.

Pemasangan pintu lipat pinggir dan pintu lipat tengah sama-sama menggunakan bracket gantung, namun bagian roda atas dan roda bawahnya berbeda.

Roda atas maupun roda bawah yang digunakan pada pintu sistem lipat tengah kerap disebut juga dengan roda sliding, yakni roda yang sering dipakai pada pintu geser.

Pintu lipat jenis ini kerap dipakai sebagai pintu sekat pada ruangan yang besar, misalnya gedung pertemuan atau aula dengan kapasitas tempat duduk yang besar.

Rel dan roda sliding biasanya akan dijual secara bersamaan atau satu paket agar lebih memudahkan pemasangan pintu sistem lipat tengah atau pintu geser.

Rel dan roda ini juga tersedia dalam berbagai jenis atau tipe yang bisa disesuaikan dengan berat serta lebar pintu yang akan dibuat.

Perangkat Pintu Lipat secara Umum

Selain beberapa komponen seperti kusen dan daun pintu, pintu lipat juga memiliki perangkat yang dipasang, sehingga pintu dapat dilipat.

Adapun beberapa perangkat pendukung yang ada pada pintu lipat di antaranya:

  • Pegangan atau handle yang dapat berupa model asbak maupun PC
  • Bagian kunci, umumnya bukan kunci putar
  • Bracket untuk rel
  • Gerendel
  • Roda atas pinggir dan roda atas tengah
  • Engsel kupu-kupu
  • Roda bawah

Kelebihan Menggunakan Pintu Lipat

Pintu lipat yang banyak digunakan pada ruko-ruko tentunya bukan tanpa alasan.

Selain itu, pintu lipat juga kerap dipilih untuk ruangan-ruangan yang membutuhkan sekat namun masih bisa dialihfungsikan dengan membuka sekat tersebut.

Ada beberapa kelebihan menggunakan pintu lipat, di antaranya:

  • Ukuran pintu dapat disesuaikan dengan panjang dan lebar ruko
  • Praktis dan mudah dibuka maupun ditutup walaupun ukuran ruangan yang sangat besar
  • Perangkat pintu tergolong lebih tahan lama
  • Untuk ruangan yang besar, pintu lipat tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan pintu lainnya

Komponen pintu lipat yang telah dijelaskan di atas dapat disesuaikan dengan jenis pintu lipat yang ingin Anda buat. Pastikan untuk memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan, ya!

Leave a Comment