Cara Merawat Pintu Lipat Supaya Awet dan Tidak Berkarat

Beberapa tahun belakangan, pintu lipat semakin populer digunakan di area perkantoran. Kalau kantor Anda memakai folding door, maka sebaiknya tahu tentang cara merawat pintu lipat ruang kantor.

Jika tidak dirawat secara baik dan benar, maka bisa berpengaruh pada kinerja pintu lipat, dan bahkan tidak mustahil menghilangkan fungsi utamanya, sehingga Anda terpaksa mengganti komponennya.

5 Cara Merawat Pintu Lipat

Anda berencana untuk memasang folding door pada bagian eksterior atau interior kantor? Tips merawat pintu lipat di bawah ini wajib menjadi bahan referensi agar kualitasnya tetap terjaga:

1. Melakukan Pemolesan Ulang Berkala

Sebagaimana material untuk membngun rumah lain, Anda juga harus memoles pintu lipat secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memberikan proteksi berlapis pada komponen pintu.

Selain dapat melindungi permukaan pintu besi agar terhindar dari karat, pemolesan juga akan membuat tampilan pintu tampak selalu baru. Idealnya pintu dipoles setiap setahun sekali.

2. Memberikan Pelumas Pada Rel

Di samping merawat bagian permukaan pintu dan membersihkannya secara rutin. Anda juga harus memberikan pelumas pada rel secara rutin agar roda dapat berfungsi secara maksimal.

Lebih dari itu, pelumas juga bisa membantu mencegah terbentuknya karat di bagian rel. Untuk jenis pelumas yang digunakan cukup beragam, mulai dari pelumas mesin jahit, dsb.

3. Menjaga Kebersihan Rel

Faktanya, pintu lipat sering bermasalah di bagian rel. Umumnya, rel kerap mengalami kemacetan karena tidak dirawat dengan baik, sehingga mengakibatkan kotoran menumpuk.

Apabila dibiarkan, maka kotoran berpotensi membentuk lapisan karat yang dapat menghalangi performa pintu lipat. Kalau sudah begitu, maka pintu akan sulit digunakan.

Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu membersihkan rel serta memastikan kondisinya tetap kering. Sebab air dan kelembaban juga akan memicu timbulnya karat pada besi.

4. Memperhatikan Letak Setelan Lahar Roda Atas

Posisi setelan lahar roda memang wajib diperhatikan. Selalu pastikan kalau letaknya sudah benar, alias tidak berubah. Sebab kalau berubah, maka pintu tidak akan bekerja dengan baik.

Dampaknya bahkan bisa fatal, sebab bisa saja pintu berhenti berfungsi. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan posisi lahar berada di tempat semula seperti saat dipasang.

5. Menjaga Letak Lahar Roda Bawah dan Grendel

Selain roda atas, posisi roda bagian bawah serta grendel juga harus selalu diperhatikan. Jangan sampai keduanya keluar dari jalur sebab bisa mempengaruhi fungsi dan kinerjanya.

Pastikan kalau posisi lahar roda bawah dan grendel tanam pintu tidak bergeser maupun menempel hingga rel bawah. Sebab kalau sampai terjadi, Anda bisa repot sendiri nantinya.

Dengan menerapkan cara merawat pintu lipat ruang kantor yang baik dan benar, bukan hanya tampilan pintu saja yang terjaga, namun juga kualitas dan keawetan fungsi dari pintu Anda.

Pintu lipat (folding door) sangat diminati karena aplikasinya tidak butuh tempat luas. Di samping itu, karena memiliki daun pintu banyak, pintu lipat juga bisa digunakan sebagai pengganti dinding.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah fungsi utama dari pintu lipat:

  • Sebagai pintu antar ruang
  • Partisi ruangan saat dalam keadaan tertutup
  • Efektif dijadikan penutup toko, garasi, hingga pabrik
  • Pintu lipat berpanel kaca bisa difungsikan sebagai jendela dengan tampilan modern

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara merawat pintu lipat ruang kantor, Anda sebaiknya juga mengetahui apa saja kelebihan dari folding door dan kenapa model ini layak untuk digunakan.

Berikut ini adalah beberapa keunggulan pintu lipat:

  • Meningkatkan nilai estetika visual pada suatu ruangan
  • Ilusi tampilan ruang terlihat semakin luas
  • Mengoptimalkan keterhubungan antar ruang dengan sangat baik
  • Memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan secara maksimal
  • Ruangan terlihat lebih cerah
  • Melancarkan sirkulasi udara karena strukturnya membentang luas
  • Mendukung interior kantor sehingga tampak lebih luas dan terang

Folding door terdiri atas berbagai model berbeda. Hal tersebut pula yang membuat cara merawat pintu lipat ruang kantor berbeda pula. Selain itu, Anda harus menyesuaikan dengan materialnya.

Di bawah ini adalah beberapa model pintu lipat yang paling umum digunakan pada kantor:

  • Pintu Lipat Besi

Material besi merupakan pilihan bagus kalau Anda berencana menghadirkan tampilan modern sekaligus lebih aman. Anda bisa menggunakannya pada eksterior dan interior.

Berdasarkan mekanisme atau sistem buka tutup yang diusung, pintu lipat dari bahan besi terdiri atas tipe geser, konvensional, dan yang terakhir adalah harmonika.

  • Pintu Lipat Kayu

Penggunaan folding door dari material kayu kan memberikan kesan elegan, natural, dan artistik. Ada beberapa jenis kayu yang bisa difungsikan sebagai pintu, seperti jati misalnya.

Saat ini, Anda bahkan dapat menemukan ragam pilihan produk pintu lipat yang terbuat dari kayu olahan. Meskipun dari segi harga lebih murah, tapi untuk kualitasnya jangan diragukan.

  • Pintu Lipat Aluminium

Di era modern ini pintu lipat aluminium memang menjadi primadona banyak orang. Selain mudah dirawat, pintu aluminium juga match diaplikasikan sebagai interior maupun eksterior.

Folding door dari aluminium memiliki bobot lebih ringan dari bahan besi, dan lebih unggul karena anti karat. Menariknya lagi, saat ini pilihan warna yang ditawarkan lebih bervariasi.

  • Pintu Lipat UPVC

Dibandingkan dengan model-model pintu lipat sebelumnya, folding door dari material UPVC dibanderol dengan harga lebih ekonomis. Namun, terdiri atas ragam tipe dan varian.

Meskipun bobotnya terbilang sangat ringan, namun pintu lipat dari UPVC tetap kokoh dan mempunyai ketahanan cukup tinggi terhadap cuaca ekstrim, dan kelembaban.

Leave a Comment