7 Macam Penataan Ruang Meeting Terbaik

Setiap ruang meeting tentu mempunyai konsep sekaligus desain yang berbeda-beda. Hal tersebut sangat berkaitan dengan penataan ruang meeting.

Ruangan ini tentu sangat dibutuhkan untuk berbagai macam keperluan pertemuan. Misalnya, pertemuan untuk membicarakan bisnis dan pekerjaan dengan klien.

Agar pembicaraan penting tersebut bisa berlangsung dengan baik, maka diperlukan penataan ruangan terbaik. Penataan ruang yang baik berpengaruh pada kenyamanan dan ketenangan acara di dalamnya.

Termasuk dalam hal penempatan tempat duduk atau seating. Lakukan penataan ruangan dengan baik sesuai tujuan penyelenggaraan meeting tersebut.

Setidaknya ada 8 jenis seating yang ada di dalam ruang meeting penting untuk diketahui. Tentu sudah menjadi keharusan ketika melakukan penataan ruang meeting untuk memperhatikan bagian seating.

1. Ruang Meeting Bentuk Classroom

Ruang meeting dengan penataan tempat duduk classroom tentu persis sekali seperti namanya. Meja dan kursi akan dibuat berjajar menghadap ke bagian pembicara.

Desain seating seperti ini tentu mampu mengakomodir peserta yang jauh lebih banyak. Hanya saja model seating seperti ini tidak dapat memenuhi setiap kebutuhan dari partisipan.

Peserta yang duduk paling belakang bisa saja tidak fokus dengan pembicara di depan. Jarak yang cukup jauh antara peserta di kursi belakang dengan pembicara bisa mengurangi kemampuan mendengar.

Belum lagi jika ada partisipan yang mengganggu di bagian depannya. Seluruh partisipan yang duduk di sekitar tentu akan merasakan distraksi.

2. Ruang Meeting Bentuk Boardroom

Boardroom atau konferensi merupakan jenis seating yang sangat mudah dijumpai di wilayah perkotaan. Penataan ruang meeting dengan konsep begini menjadi yang paling difavoritkan.

Penataan seperti ini bisa menjangkau partisipan dengan jumlah kecil hingga medium. Konsep ruangan ini umumnya menggunakan meja panjang yang diletakkan pada bagian tengah.

Kemudian partisipan duduk saling berhadapan satu sama lainnya. Konsep penataan ruang seperti ini pastinya mampu mengoptimalkan komunikasi antar partisipan.

Apalagi dengan konsep seating saling berhadapan, maka partisipan bisa memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Bahkan tingkat konsentrasi partisipan bisa mencapai 90%.

3. Ruang Meeting Bentuk U

Ternyata banyak ruang meeting di perkotaan yang mengaplikasikan seating ini. U-Shape merupakan pola penataan ruangan dengan bangu dan kursi membentuk huruf U.

Penataan seating seperti ini mampu menampung sampai 20 orang (kapasitas medium). Selain itu, penataan ini juga mampu mempermudah pembicara melakukan interaksi.

Setting ruangan dengan model ini juga akan memudahkan partisipan untuk berkomunikasi dengan sesama partisipan lainnya hingga pembicara. Pembicaraan dalam meeting juga perlu dilakukan dengan baik.

Penataan ruangan dalam bentuk U-Shape ini juga jauh lebih mengedepankan konsep kekeluargaan. Hal tersebut karena meja dan kursinya didesain berseberangan dan bersebelahan.

4. Ruang Meeting Bentuk Teater

Penataan ruang meeting berbentuk teater menjadi yang paling sering digunakan. Hal tersebut karena banyak yang beranggapan bahwa ruang meeting berbentuk teater adalah pilihan yang tepat.

Style ruang meeting ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan ruang meeting yang berbentuk classroom. Hanya saja ruang meeting ini terdapat jalan di bagian tengah sebagai pemisah antar partisipan.

Secara umum penggunaan seating seperti ini diaplikasikan pada ruangan yang memiliki ukuran besar. Tentunya hal ini agar memudahkan akomodir setiap bagiannya.

Di samping itu, ruang meeting teater hanya dapat diaplikasikan pada tempat besar dan sudah dilengkapi dengan sound system, pencahayaan maupun layar yang memadai.

5. Ruang Meeting Bentuk V

Persis seperti namanya, penataan ruang meeting V-Style memiliki bentuk menyerupai huruf V. Pada bagian depan, dipasang dua atau lebih dari tiga alat peraga.

Hal tersebut agar memudahkan presentasi yang dilakukan pembicara. Ruangan ini juga dilengkapi dengan set up table agar memberikan variasi pada acara meeting dan seminar yang berlangsung.

Penggunaan jenis seating ini mampu memberikan kenyamanan bagi partisipan secara maksimal. Terlebih meja yang dipakai dalam ruangan ini juga berukuran lebih besar.

Di samping itu, partisipan juga bisa duduk menghadap ke sisi pembicara dan memberikan ruang gerak maksimal kepadanya.

6. Melbourne Square Oblong Table Style

Ini merupakan jenis table set up yang menjadi perpaduan antara berbagai macam jenis table di banquet operation. Meja-meja tersebut diantaranya halfmoon, oblong serta quarter table.

Jenis table set up ini berbentuk segi empat dan terlihat sangat artistik, mewah sekaligus megah. Hal ini membuat table set up jenis ini sangat direkomendasikan untuk diaplikasikan pada ruangan VVIP.

Keindahan set up table ini juga perlu didukung dengan semacam keahlian dalam menata tanaman maupun mini garden. Ini bertujuan agar bisa membuat suasana menjadi indah dan natural.

Table set up ini juga cenderung terlihat memanjang dengan batasan tertentu. Tidak lupa dengan melihat kapasitas dari function room.

7. Ruang Meeting Bentuk Banquet

Jenis seating ini ternyata sangat efektif diterapkan di berbagai meeting room. Hanya saja penggunaan jenis seating ini cukup jarang diaplikasikan di Indonesia.

Padahal jenis seating ini mampu menonjolkan kesan mewah sekaligus eksklusif. Bahkan seating ini juga terbilang multifungsi. Selain untuk mengadakan meeting, seating ini juga bisa dijadikan tempat makan.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan jenis seating lainnya maka banuet terbilang cukup mampu memakan banyak space ruang. Hal ini dikarenakan bahwa jarak antar meja dibuat agak berjauhan.

Tentu saja justru akan membuat banyak space terbuang. Sementara itu, setiap meja cukup diisi dengan 6 sampai 8 orang saja. Di Indonesia sebenarnya jenis seating ini paling sering digunakan untuk resepsi.

Penataan ruang meeting ternyata bisa dilakukan dengan mempertimbangkan bagaimana cara mengatur seating secara maksimal. Tentunya ada berbagai jenis seating yang bisa diterapkan dengan mudah.

Leave a Comment